Selasa, 30 Maret 2010

Kata Baku & Kata Tidak Baku


1.) Akta = Akte
2.) Asyik = Asik
3.) Alpa = Alfa
4.) Analisis = Analisa
5.) Apotek = Apotik
6.)Baik = Bae
7.)Balas = Bales
8.) Bebat = Kebat
9.) Belum = Belom
10.)Bengep = Bengap
11.) Blanko = Blangko
12.)Branwir =Blanwir
13.)Capai = Capek
14.)Cenderamata =Cinderamata
15.)Dalam = Dalem
16.)Dapat = Dapet
17.)Disahkan = Disyahkan
18.)Februari = Febuari
19.)Hakikat = Hakekat
20.)Hidung =Idung
21.)Hilang = Ilang
22.)Hijau = Ijo
23.)Hutang = Utang
24.)Ijazah = Ijasah
25.)Ikhlas = Iklas
26.) Ingat = Inget
27.)Injak = Injek
28.)Itikad = Itikat
29.)Izin = Ijin
30.)Jadual = Jadwal
31.)Jatuh = Jatoh
32.)Jumat = Jumaat
33.)Kacau = Kaco
34.)Kalap = Kalab
35.)Kantung = Kantong
36.)Karamba = Keramba
37.)Kardus = Kerdus
38.)Karena = Karna
39.)Karier = Karir
40.)Kasier = Kasir
41.)Karisma = Kharisma
42.)Karut marut=Carut marut
43.)Kepada = Kapada
44.)Kerap = Kerab
45.)Keringat = Keringet
46.)Kesal = Kesel
47.)Kesatria = Ksatria
48.)Keselak = Keselek
49.)Keris = Kris
50.)Kaidah = Kaedah
51.)Khatulistiwa = Katulistiwa
52.)Khawatir = Kawatir
53.)Kram = Keram
54.)Kribo = Keribo
55.)Konkret = Konkrit
56.)Kuadrat = Kwadrat
57.)Kuah = Kwah
58.)Kuali = Kwali
59.)Kuality = Kwality
60.)Kuantum = Kwantum
61.)Kue = Kweh
62.)Kuis = Kuiz
63.)Kursi = Korsi
64.)Labah-labah=Laba-laba
65.)Lazim = Lajim
66.)Lesung pipi = lesung pipit
67.)Lewat = Liwat
68.)Lipat = Lipet
69.)Losin = Lusin
70.)Maaf = Maap
71.)Macam = Macem
72.)Malam = Malem
73.)Malas = Males
74.)Mampat = Mampet
75.)Manfaat = Manpaat
76.)Nomor = Nomer
77.)Materai = Matere
78.)Mengesampingkan= Mengenyampingkan
79.)Mengubah = Merubah
80.)Padam = Padem-
81.)Padat = Padet
82.)Paguyupan = Paguyuban
83.)Pelanggan = Langganan
84.)Pensil = Pinsil
85.)Pertanggung jawaban= Pertanggungjawab
86.)Pihak = Fihak
87.)Populer = Popular
88.)Ramai = Rame
89.)Rapat = Rapet
90.)Rubah = Robah
91.)Saja = Aja
92.)Sampai = Ampe
93.)Sampel = Sempel
94.)Selesai = Selese
95.)Seperti = Kayak
96.)Senang = Seneng
97.)Sial = Apes
98.)Silakan = Silahkan
99.)Sistem = Sistim
100.)Telepon = Telpon




Read rest of entry

Senin, 29 Maret 2010

USIA KITA, PENCAPAIAN KITA.




Sungguh ironis, karena kalau kita flashback ke masa lalu, terkdang kita juga merasa tidak nyaman di usia saat itu. Saat kanak-kanak, misalnya kita ingin cepat besar agar bisa keluar rumah dan mengenal dunia. Saat remaja, kita ingin cepat dewasa agar bebas dari pergaulan canggung dan kekangan orang tua. Anehnya, ketika masa dewasa itu tiba, kita bukannya bergembira, malah ingin kembali muda.

Saya teringat akhir bulan Maret ini usia saya bertambah satu. Sedangkan jatah hidup saya di dunia ini berkurang satu juga. Mudah-mudahan dengan bertambahnya usia, saya dapat bijaksana dalam membagi waktu dan berintrofeksi diri. Karena apapun adanya kita saat ini usia tak ada hubungannya dengan keberhasilan, namun kerja keras kitalah yang menentukanya. Apapun adanya diri kita saat ini yang terpenting adalah mensyukuri karunia Tuhan yang diberikan kepada kita. Jangan sampai kita terlalu larut dalam lamunan, sehingga tidak sadar hidup ini sedang berjalan. Tapi saya yakin bahwa setiap fase usia yang kita lalui, selalu menggoreskan kisah. Kita sudah diberi waktu sampai di usia sekarang, itu adalah karunia Tuhan. Jadikanlah hidup kita ini menjadi kenangan indah. Tugas kita tinggal menjalani sisa usia dengan sebaik-baiknya. Dengan karya dan doa, juga amal yang baik untuk dipersembahkan kelak kepada-Nya.

Ketika hari ulang tahun tiba, banyak orang menyambutnya dengan perasaan suka cita. Tapi tak sedikit yang justru diliputi rasa cemas. Bukan karena takut tak bisa nraktir teman makan. Namun karena kita tidak merasa istimewa dengan bertambahnya usia. Mungkin kita perna berpikir? Bagaimana saya akan merasa istimewa, bila di usia yang bertambah, kehidupan saya tak kunjung berubah?

Dalam rentang setahun, ada saat-saat kita merenungkan usia. Namun ada saat-saat kita malas melakukannya. Kita merasa takut, cemas, gelisah menyadari waktu terus berjalan, umur bertambah, sedangkan target keberhasilan belum juga didapat. Terkadang kita jadi menyalahkan waktu yang tak mau berhenti berdetak sedetik pun. Tak sedikit orang yang mengeluh tentang usia, karena merasa tidak puas dengan hidupnya.

Semakin bertambah usia, kita merasa terbebani. Karena apa? Karena harapan-harapan kita sendiri. Kita membuat target dalm hati, bahwa usia segini harus sudah punya ini. Ketika target tidak tercapai, kita merasa kecewa dan mulai berandai-andai. Bertambahnya usia identik dengan bertambahnya tanggung jawab, dan kita kadang malas memikul tanggung jawab itu atau bahkan merasa tidak mampu. Jadi masalahnya bukan terletak pada usia yang bertambah, melainkan pada cara kita memandang hidup.

Orang-orang sukses percaya bahwa saat terbaik dalam hidup adalah saat ini. Ketika masalah muncul langsung segera di selesaikan hari ini, janag menunda-nunda sampai besok. Kalau kita membiarkan masalah sampai menumpuk, kita akan stress, dan ini sumber rasa ketidak nyamanan yang membuat kita menyalahkan waktu dan usia.

Waktu bagaikan pedang. Kalau kita tidak cepat melangkah, kita akan tergores dan berdarah. Waktu luang adalah cobaan, kalau dilalaikan yang akan datang adalah penyesalan. Sebagai contoh ketika ada ada tugas kuliah, kita biasa berkata “Ah besok aja. Besok masih banyak luang ini”. Besoknya “duh lagi males nih, besok lagi aja deh”. Kita menunda, tahu-tahu waktu berlalu dengan cepat, kita belum melakukan apa-apa. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, usia bertambah, dan kita belum juga berubah.

Di saat kita merasa cemas dengan perubahan usia, sebenarnya kita sedang mencemaskan diri kita. Kemalasan kita, kelalaian kita, semangat yang lemah dan sikap menunda. Semua itulah penyebab kegagalan, kekalahan, ketidakpuasan.

Orang yang merasa puas tak pernah berpikir untuk kembali ke masa lalu. Justru ingin terus melangkah ke masa depan, lebih banyak hal, mencetak pencapaian berikutnya dan mengecap keberhasilan berikutnya. Semakin tua semakin semangat karena semakin banyak yang kita dapat. Seperti kata pepatah, makin tua makin ranum. Makin tua makin kaya dan bijaksana. Kaya disini tidak selalu harus berati materi, namun juga amal yang baik.

Semoga dengan bertambahnya usia kita menjadi bisa lebih baik dan mencapai cita-cita yang di harapkan. Amieeeeeeeeenn…….. Semangat kawan…

Sumber : M H


Read rest of entry

Jumat, 19 Maret 2010

TUHAN SELALU PUNYA CARA


Jika Tuhan menunggu waktu yang tepat mengulurkan tangan-Nya kepada kita, maka kita pun harus bersabar menunggu pertolongan-Nya.

Pernahkah anda mendengar cerita tentang orang kaya yang harus jatuh miskin hanya dalam satu malam? Padahal tidak ada seorang pun yang menduga ia akan mengalami kebangkrutan yang demikian menyesakkan. Penyebabnya bisa sepele; kebakaran, tertimpa bencana alam atau pun yang lain.

Bisa jadi, perubahan nasib itu bersifat gradual, tetapi sering kali tidak masuk akal. Seorang pengusaha yang bertahun-tahun mengumpulkan harta, entah lewat jalan halal atau haram, harus menghadapi hari tua dengan kemiskinan yang menyengsarakan karena uang harus terkuras habis untuk mengobati matanya yang berlahan-lahan jadi buta. Di ujung hidupnya ia kesepian, buta jatuh miskin dan tinggal anak dan isterinya.

Atau barangkali Anda pernah mendengar cerita-cerita happy ending bak Cinderella, seorang yang begitu miskin nyaris tak punya harapan harus mengalami revolusi luar biasa, menjadi manusia kaya raya dalam sekejap. Jalannya bisa banyak, entah karena menang undian, menang kuis berhadiah milyaran seperti dalam film Slumdog Millionaire, di peristri seorang raja atau Milyuner, atau sebab-sebab lain. Dan anehnya, semua benar-benar terjadi.

Apa yang bisa kita baca dari kejadian-kejadian yang menyentak dan mungkin bagi sebagan orang terasa aneh dan tidak masuk akal itu? Apakah itu menunjukkan bahwa takdir sebagian hak mutlak Tuhan untuk menentukan hitam putihnya manusia benar-benar ada, rigid dan tidak bisa ditawar? Ataukah itu merupakan buah atau balasan baik berupa reward maupun punishment yang akhirnya dipetik oleh manusia karena kebaikan atau kesalahan?

Jika kita memilih pendapat pertama kita akan terjebak kepada paham fatalis, yang menganggap manusia hanyalah wayang-wayang yang segala gerak bahkan helaan nafasnya telah ditentukan oleh Allah, Sang Pencipta. Pada titik ini, manusia pada akhirnya harus selalu kalah dan menyerah kepada kehendak Tuhan, tanpa bisa menawar.

Paham seperti ini pada titik tertentu mampu membantu orang-orang yang jatuh pada takdir terburuk dalam hidupnya untuk bersabar, pasrah dan mampu menghibur diri atas kejatuhannya, ia bisa menghibur diri dengan menunjukkan Tuhan sebagai penentu nasibnya.

Tetapi pada titik lain, paham seperti itu hanya membuat manusia berjiwa kerdil, mudah menyerah, malas bangkit dan takut terjatuh lagi.paham inilah yang banyak membuat manusia terlena dalam dekapan kemiskinan yang disandangnya tidak lain dari kehendak Tuhan yang tidak bisa ditawar lagi.

Sementara itu, jika kita memahami perputaran nasib manusia sebagai buah dari kebaikan dan kesalahan yang telah diperbuatnya, maka kita pun harus rela menghadapi kenyataan yang sangat idealis, dimana begitu banyak orang-orang yang dalam kacamata awm begitu keji dan bejatnya, tetapi kita tidak pernah melihatnya mendapat kesengsaraan hidup. Sebaliknya, betapa banyak manusia nyaris tanpa cela yang harus menerima takdir dalam penderitaan yang menyakitkan.



Tuhan Tahu, Tapi Menunggu

Tetapi jika kita menengok cerita-cerita para nabi, kita bisa membaca riwayat hidup manusia hanya dengan kacamata hitam putih: manusia suci dan baik – meskipun harus mengalami banyak kesusahan hidup pada akhirnya akan selalu diselamatkan Tuhan, dan si kafir yang arogan akan ditenggelam Tuhan bersama para pengikutnya dan harta kekuasaan yang dibanggakannya.

Kita tentu pernah mendengar cerita (Al-Quran) bagaimana perjuangan Nabi Ibrahim A.S menghadapi kezaliman dan arogansi seorang penguasa bernama Namrud. Demikan pula cerita tentang Musa yang harus berhadpan vis a vis dengan ayah angkatnya sendiri, Fir’aun penguasa tertinggi mesir pada masanya. Demikian pula dengan para nabi dan orang seleh lainnya dalam berhadapan dengan para penguasa atau kaumnya sendiri yang zalim dan kufur.

Al-Quran tentu saja tidak banyak mengupas bagaimana susah dan beratnya cobaan dan perjuangan yang harus dialami oleh Nabi Ibrahim AS dan juga Musa AS karena Al-Quran sebagai kitab suci tentu saja membatasi diri dri penjelasan-penjelasan yang berpanjang lebar, apalagi detail.

Kitab suci mungkin hanya menjelaskan sedikit saja penggalan kesulitan hidup dari manusia-manusia suci itu, sebelum akhirnya menutup cerita hidup dengan happy ending yang mungkin sudah bisa kita tebak logikanya. Akan tetapi, kita tentu bisa membayangkan bagaimana beratnya beban hidup dan pederitaaan yang harus mereka alami, baik sendiri maupun bersama para pengikutnya dalam menegakkan kebenaran yang meeka yakiniddan menghadapi kezaliman para penguasa yang kufur dan korup.

Kita bisa membayangkan bagaimana beratnya cobaan hidup yang harus dialami Ibrahim AS yang harus terusir daru keluarganya dan dianggap tidak waras oleh kaumnya karena melawan mainstream budya kaumnya yang paganis. Apalagi menghadapi arogansi Namrud yang begitu berkuasanya.

Kita juga bisa bayangkan bagaimana Musa AS dengan berani meniggalkan kemewahan istana Fir’aun untuk membela kaumnya, Bani Israel, yang menjadi budak dan buruh kasar di Mesir pada waktu itu. Ia harus rela menukar nasib dari penghuni istana termegah pada masanya menjadi seorang buron kelas wahid yang paling dicari.

Jadi, meskipun pada akhirnya semua kesulitan hidup itu berakhir dengan happy ending, tetapi ada proses panjang berupa kesulitan dan cobaan hidup yang harus mereka lalui. Bisa jadi, keulitan hidup itu mencapai puncaknya sampai-sampai mereka hampir kehilangan harapan dari rahmat Allah SWT, sebagaimana Yunus AS yang karena tidak kuat menahan beban dan tekanan dari kaumnya lari meninggalkan kaumnya justru pada titik-titik kritis dari penderitaaannya.

Padahal, tidak berapa lama setelah kepergian Yunus AS, kaumnya diberi peringatan oleh Allah SWT berupa bencana hawa panas yang membuat kulit mereka terasa terbakar dan beubah. Pada saat itulah mereka mencari Yunus AS untuk bertaubat. Dan sebagai seorang Rasul, Yunus sendiri akhirnys di ingatkan oleh Allah SWT untuk kembali kaumnya dengan cara dibuang dari kapal dan diselamatkan oleh seekor ikan paus.

Demikian juga kepada manusia biasa. Penderitaan hidup itu boleh jadi terasa begitu berat, sulit dan menghinakan, sampai-sampai kita kehilangan kepercayaan akan besarnya rahmat Allah SWT. Kita menganggap Tuhan sudah melupakan kita, Tuhan sudah tidak mendengar kita, Tuhan sudah tidak melihat doa-doa kita,shadaqah kita, dan tahajjud kita di malam buta berurai air matahingga akhirnya kita menyerah dan berhenti unutk berusaha.

Kita anggap semua yang sudah kita lakukan hanya kesia-siaan yang tidak akan mengubah apa-apa. Kita melihat apa yang kita punya, dan kita merasa, bahwa mustahil nasib kita berubah. Kita mungkin berfikir, bagaimana mungkin Tuhan bisa mengangkat kita dari keterpurukan yang tampaknya yang mustahil untuk diperbaiki. Padahal, Tuhan selalu punya cara, sebagaimana Ia telah menyelamatkan NAbi Musa, Yunus, Ibrahim dan orang-orang soleh dari kezaliman para penguasa dan kaumnya.

Dalam logika manusia pad waktu itu, mustahil rasanya Nabi Ibrahim AS dan Musa AS keluar dari kesulitan hidup berhadpan dengan Namrud dan Fir’aun. Sebaliknya, rasanya mustahil Namrud dan Fir’aun yang memiliki kekuasaan yang begitu besarnya haru kehilangan segalanya. Di situlah, Tuhan selalu punya cara.

Demikian pula dengan penderitaan dan kesulitan hidupyang kita alami. Seringkali penderitaan yang berat membuat kita putus asa, sehingga kita tidak mau lagi berharap akan rahmat Allah, kerana kita merasa Tuhan sudah tidak mau lagi melihat dan mendengar doa-doa kita. Padahal, bisa jadi yang kita butuhkan hanya sedikit kesabaran lagi sebelum happy ending itu kita raih. Bisa jadi saat-saat paling kritis dalam keterpurukan kita justru merupakan titik balik pertolongan Allah SWT kepada kita, sebagaimana titik kritis yang dialami Nabi Yunus AS.

Sya beranggapan benar apa yang dikatakan Sastrawan Leo Tolstoy: “Tuhan tahu, tapi menunggu”. Jika Tuhan menunggu waktu yang tepat mengulurka tangan –Nya kepada kita, maka kita pun harus bersabar menunggu pertolongan –Nya. Kita mungkin tidak tahu, mengapa kita harus menunggu namun yakinlah, Tuhan pasti memilihkan takdir terbaik bagi kita. Hanya saja, kita sebagainya mahkluknya, tidak bisa membaca kebaikan dari rencana Tuhan atas diri kita.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ( QS. Al-Baqarah : 216 ). Sumber : M.H



Read rest of entry

Kamis, 18 Maret 2010

Pencemaran Pulau Seribu


Jakarta - Husen Munir hanya bisa menatap kesal ketika sampah-sampah rumah tangga mengambang di sekitar pantai Pulau Bidadari. Warna air laut di sekitar pantai pun berwarna kecoklatan. Alhasil Pulau Biadadari jadi tidak seindah namanya akibat sampah.

"Kemarin padahal airnya masih bersih dan berwarna biru. Sekarang giliran para pelancong datang kondisinya seperti ini. Saya jadi nggak enak sama tamu," keluh Husen Munir, Manajer Pulau Bidadari kepada detikcom, Senin (15/3/2010).

Husen mengaku tidak bisa berbuat banyak, sebab sampah-sampah tersebut berasal dari 13 muara sungai yang ada di Jakarta. Kalau Jakarta habis diguyur hujan atau banjir, maka air berwarna kecoklatan dan sampah rumah tangga akan mampir ke pulau yang hanya berjarak 7 mil dari daratan Jakarta tersebut.

Limbah dan sampah itu bukan hanya menyerang Pulau Bidadari. Pulau Untung Jawa, Pulau Ayer, Pulau Onrust, Pulau Kelor, Pulau Cipir dan Pulau Damar yang berada di ujung paling timur Teluk Jakarta, juga mendapat kiriman sampah dan limbah.

Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Burhanuddin, dalam sehari minimal 768 meter kubik sampah mampir ke Teluk Jakarta. Sebanyak 54 persen adalah sampah plastik, 24 persen kayu, 14 persen tumbuhan, sisanya gelas, karet atau sterofoam.

"Yang jadi masalah adalah sampah yang masuk ke Teluk Jakarta berasal dari sampah plastik yang tidak bisa diuraikan secara alamiah, " jelas Burhanuddin saat mengunjungi Gathering Media di Pulau Bidadari, beberapa waktu lalu.

Namun, kata Burhanuddin, pihaknya merasa kesulitan mengatasi masalah tersebut. Alasannya, sampah-sampah itu datang dari sungai-sungai di Jakarta. Pemkab Kepulauan Seribu tidak punya dana untuk menangani serbuan sampah tersebut. Akibatnya perairan menuju Pulau Seribu dipenuhi sampah. Sampah itu juga terlihat di sejumlah pulau yang dijadikan obyek wisata.

"Saya melihat sekeliling pulau penuh dengan sampah. Bagaimana kita mau berenang kalau pantainya dipenuhi sampah. Para wisatawan sangat terganggu dengan kondisi itu, " ujar Lita Mamonto, aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) kepada detikcom.

Parahnya lagi, limbah B3 yang berbahaya termasuk minyak, ikut mencemari Pulau Seribu. Tumpahan minyak ini berasal dari kapal-kapal nelayan atau angkutan penumpang dan kapal tanker minyak. Bahkan ternyata ada pula penambangan minyak di salah satu pulau di wilayah tersebut. Pencemaran bahan berbahaya seolah tidak pernah berhenti di Pulau Seribu.

"Harusnya ini menjadi perhatian pemerintah dari hulu ke hilir. Sebab pencemaran ini sangat menganggangu lingkungan dan daerah wisata," tegas Lita.

Pernyataan serupa juga dikatakan Slamet Daryoni dari Institut Hijau. Menurutnya, ketidakpedulian pemerintah terhadap pencemaran lingkungan membuat banyak kerugian. Masyarakat akan kesulitan mencari ikan karena lautnya tercemar. Hutan bakau juga tidak bisa tumbuh padahal perannya penting untuk mencegah abrasi.

"Menurut keterangan sejumlah warga yang kami datangi, mangrove tidak bisa tumbuh karena airnya tercemar. Padahal mangrove itu sangat penting untuk menghindari pulau dari bahaya abrasi," tutur Daryoni.

Daryoni meminta pemerintah secara tegas menindak di tempat, kapal-kapal yang membuang bahan bakarnya di perairan. Selain itu pemerintah juga harus mengawasi kegiatan pertambangan migas di kepulauan tersebut.

Daryoni mencontohkan kasus tumpahan minyak beberapa tahun lalu di Pulau Pabelokan. Diduga kebocoran itu berasal dari pertambangan migas PT China National Offshore Oil Corporation (CNOOC-SES).

"Sayangnya kasus tersebut sudah di-SP3 pada 2006. Tanpa diketahui dari mana asal tumpahan minyak tersebut. Kalau memang di-SP3 harusnya dijelaskan tumpahan minyak itu berasal dari mana?" ujarnya. (ddg/fay)

Sumber : Detik.Com



Read rest of entry

Resume Bab 2 Subyek dan Obyek Hukum


Subjek dan Objek Hukum

Subjek Hukum :

Yaitu setiap makhluk yang berwenang untuk memiliki, memperoleh, dan menggunakan hak-hak kewajiban dalam lalu lintas hukum.

Subjek hukum terdiri dari dua jenis :

1.) Manusia Biasa (Natuurlijke Persoon)

2.) Badan Hukum (Rechts Persoon)

Badan hukum dibedakan dalam 2 bentuk :

1.) Badan Hukum Pablik (Publick Retchs Persoon)

2.) Badan Hukum Privat (Privat Retchs Persoon)

Adapun objek hukum menurut pasal 499 KUH Perdata, yaitu benda.

Benda yaitu segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum atau segala sesuatu yang menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subyek hukum atau segala sesuatu yang dapat menjadi obyek hak milik.

Jenis Obyek Hukum

Kemudian berdasarkan pasal 503-504 KUH Perdata disebutkan bahwa benda dapat dibagi menjadi 2, yakni benda yang bersifat kebendaan (Materiekegoderen), dan benda yang bersifat tidak kebendaan (Immateriekegoderan).

1) Benda yang bersifat kebendaan (Materiekegoderen):

a. Benda bergerak/tidak tetap

b. Benda tidak bergerak

2) Benda yang bersifat tidak kebendaan (Immateriekegoderen)

Hak kebendaan yang bersifat sebagai pelunasan hutang (hak jaminan):

Hak jaminan yang melekat pada kreditur yang memberikan kewenangan untuk melakukan eksekusi kepada benda yang dijadikan jaminan jika debitur melakukan wansprestasi terhadap suatu prestasi (perjanjian).

Dengan demikian, membedakan benda bergerak dan tidak bergerak ini penting, artinya karena berhubungan dengan 4 hal yakni :

a. Pemilikan (Bezit)

Pemilikan (Bezit) yakni dalam hal benda bergerak berlaku azas yang tercantum dalam pasal 1977 KUH Perdata, yaitu berzitter dari barang bergerak adalah pemilik (eigenaar) dari barang tersebut. Sedangkan untuk barang tidak bergerak tidak demikian halnya.

b. Penyerahan (Levering)

Penyerahan (Levering) yakni terhadap benda bergerak dapat dilakukan penyerahan secara nyata (hand by hand) atau dari tangan ke tangan, sedangkan untuk benda tidak bergerak dilakukan balik nama.

c. Daluwarsa (Verjaring)

Daluwarsa (Verjaring) yakni untuk benda-benda bergerak tidak mengenal daluwarsa, sebab bezit di sini sama dengan pemilikan (eigendom) atas benda bergerak tersebut sedangkan untuk benda-benda tidak bergerak mengenal adanya daluwarsa.

d. Pembebanan (Bezwaring)

Pembebanan (Bezwaring) yakni tehadap benda bergerak dilakukan pand (gadai, fidusia) sedangkan untuk benda tidak bergerak dengan hipotik adalah hak tanggungan untuk tanah serta benda-benda selain tanah digunakan fidusia.

Macam-macam pelunasan Hutang:

1) Jaminan Umum:

a)Benda tersebut bersifat ekonomis (dapat dinilai dengan uang)

b)Benda tersebut dapat dipindah tangankan haknya kepada pihak lain.

2) Jaminan Khusus:

a)Gadai

Hak yang diperoleh dari kreditur atas suatu barang bergerak yang diberikan kepadanya oleh debitur atau orang lain atas namanya untuk menjamin suatu hutang.

b)Hipotik

Suatu hak kebendaan atas benda tidak bergerak untuk mengambil penggantian dari padanya bagi pelunasan suatu perhutangan.

c)Hak Tanggungan

Hak jaminan atas tanah yang dibebankan berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu untuk pelunasan hutang dan memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditur tertentu terhadap kreditur-kreditur yang lain.

d)Fidusia

Suatu perjanjian accesor antara debitor dan kreditor yang isinya penyerahan hak milik secara kepercayaan atau benda bergerak milik debitor kepada kreditur.

Read rest of entry

Sabtu, 27 Februari 2010

RESUME TUGAS ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI PENGERTIAN HUKUM DAN HUKUM EKONOMI

Pengertian Hukum
Hukum meliputi semua peraturan atau ketentuan tertulis dan tidak tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sanksi terhadap pelanggarnya.

Kata “hukum” mengandung makna yang luas meliputi semua peraturan atau ketentuan tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sanksi terhadap pelanggarnya.
Tentang definisi hukum, antara lain di bawah ini:
a. Menurut Van Kan
Hukum merupakan keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat.
b. Menurut Utrecht
Hukum merupakan himpunan peraturan (baik berupa perintah maupun larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah.
c. Menurut Wiryono Kusumo
Hukum adalah merupakan keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tata tertib di dalam masyarakat dan terhadap pelanggarnya umumnya dikenakan sanksi.
Namun pernyataan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa hukum memiliki beberapa unsur yaitu :
a. Adanya peraturan/ketentuan yang memaksa
b. Berbentuk tertulis maupun tidak tertulis
c. Mengatur kehidupan masyarakat
d. Mempunyai sanksi.
Peraturan yang mengatur kehidupan masyarakat mempunyai dua bentuk yaitu tertulis dan tidak tertulis. Peraturan tertulis sering disebut perundang undangan, sedang Peraturan yang tidak tertulis sering disebut hukum kebiasaan atau hukum adat.
TUJUAN HUKUM
Dalam pergaulan masyarakat terdapat aneka macam hubungan antara anggota masyarakat dengan banyak aneka macam hubungan itu ,para anggota masyarakat memerlukan aturan aturan yang dapat menjamin keseimbangan agar dalam hubungan hubungan itu tidak terjadi kekacauan dalam masyarakat.
SUMBER SUMBER HUKUM
Sumber-sumber hukum dapat kita lihat dari :
Sumber-sumber hukum material,
Sumber-sumber hukum formal antara lain ialah :
Undang-undang (statute)
Kebiasaan (costum)
Keputusan-keputusan hakim (Jurisprudentie)
Traktat (treaty)
Pendapat sarjana hukum (doktrin)
KODIFIKASI HUKUM
Kodifikasi hukum ialah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab undang-undang secara sistematis dan lengkap.
Kodifikasi Hukum dapat dibedakan atas:
a). Hukum Tertulis (statute law, written law), yaitu hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan-peraturan. dan;
b). Hukum Tak Tertulis (unstatutery law, unwritten law), yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat, tetapi tidak tertulis namun berlakunya ditaati seperti suatu peraturan perundangan (hukum kebiasaan).
Unsur-unsur dari suatu kodifikasi:
a. Jenis-jenis hukum tertentu
b. Sistematis
c. Lengkap
Tujuan Kodifikasi Hukum tertulis untuk memperoleh:
a. Kepastian hukum
b. Penyederhanaan hukum
c. Kesatuan hukum
.KAIDAH / NORMA
Dalam Pergaulan hidup manusia diatur oleh berbagai macam kaidah (Norma), yang tujuannya untuk menciptakan kehidupan yang lebih aman dan tertib.
Perbedaan Antara Norma Hukum dan Norma Sosial
Norma Hukum
· Aturannya pasti (tertulis)
· Mengikat semua orang
· Memiliki alat penegak aturan
· Dibuat oleh penguasa
· Sangsinya berat
Norma Sosial
· Kadang aturannya tidak pasti dan tidak tertulis
· Ada/ tidaknya alat penegak tidak pasti (kadang ada, kadang tidak ada)
· Dibuat oleh masyarakat
· Sangsinya ringan.

Contoh jenis & Macam Norma
Norma Sopan Santun
Agama
Hukum
Read rest of entry

Sabtu, 02 Januari 2010

SAAT-SAAT TERINDAH

Saat kau hadir dalam hidupku
Terasa indah…
Hangat nya tubuh mu menyentuh
Jiwa temani sepi

Kini semua cinta mu telah pergi
Meninggalkan diriku
Dalam kehampaan sendiri

Waktu terus berjalan dan memberi
Perih di hati hanya rindu
Yang aku dapatkan bukan cinta mu

Kini aku baru sadar
Kau begitu berarti
Di dalam hidup ku ini

Saat-saat yang indah, saat masih bersamamu
Waktu kita berdua dan mewarnai dunia
Semua telah berlalu, kini teringat lagi
Kini terkenang lagi,ku ingin kembali
Hanya rindu yang aku dapatkan, bukan cinta mu
Meski kini kau tak mencintai diriku lagi
Read rest of entry