Selasa, 13 April 2010

KEKALAHAN ITU INDAH



Kalah bukan musibah melainkan anugrah terindah pemacu langkah untuk berbenah.

Kawan, orang kalah akan tersingkkir itu benar. Kenyataan ini begitu menggelitik ruang nurani. Betapa kita belum memahami apa sebetulnya arti dari “kekalahan”. Kebanyakan orang masih meyakini suatu sudut pandang bahwa kalah itu memalukan, kalah itu merugikan, kalah itu menyakitkan, kalah itu pantangan. Siapa yang kalah, dia telah gagal dan jatuh. Dan yang tercipta adalah rasa gelisah, derita, dann bahkan putus asa. Sehingga kadang mendorong kita untuk menyikapinya di luar batas logika. Namun, kemenangan dan kekalahan tidak sekedar dapat dilihat dari siapa yang memegang piala dan siapa yang luput darinya. Menang dan kalah hanya status. Secara status, anda bisa saja pemenangnya, tapi bagaimana dengan proses sebelum dan sesudah kemenangan itu tiba? Apakah kawan benar-benar menang? Hanya kejujuran hatiyang bisa menjawabnya.

Sebaliknya, secara status, kawan bisa saja kalah, tak berhasil merebut kemenangan. Tapi bagaimana dengan proses sebelum dan sesudah kalah itu? Apakah sebelum bertanding, kawan sudah berupaya keras dan jujur? Dan yang terpenting, apakah sesudah kalah kawan bangkit dan terus melangkah?

Bahwa selama kita masih bisa berdiri dan melangkah, kita belum benar benar kalah. Tidak ada kata “kalah” untuk orang yang terus berjuang. Ketika kita berusaha dan gagal,kita tidak kalah. Orang yang benar benar kalah adalah mereka yang tidak berani memulai, mereka tidak berani mencoba, mereka tidak berani bergerak, tidak berani bertindak, telah kalah lebih dulu. Anda telah berani memulai. Yang terpenting bukanlah bagaimana meraih status atau perolehan materi, namun bagaimana membangkitkan semangat di dalam diri.

Orang yang benar-benar kalah adalah mereka yang terpuruk dan enggan bangkit setelah kekalahan. Kita harus berani bangkit lagi. Itulah cirri sang pemberani. Meskipun telah gagal dalam suatu perlombaan hidup, nyali tidah boleh menciut, kawan harus terus maju. Itulah pemenang sejati. Dengan ini mental kita menjadi kuat.

Kekalahan memag menyakitkan, namun bila direnungkan, justru menguntungkan. Ada banyak nikmat yang terkandung di baliknya. Inilah hikmah mengapa kalah itu indah.
Kalah itu indah
Semua orang menyukai keindahan bintang-bintang di langit. Menyukai cantiknya warna-warni pelangi. Namun bila ingin melihat kerlip bintang, kita harus mau berdiri di kegelapan malam. Demikian pula bila ingin melihat cahaya kemenangan. Kita harus sanggup melewati perjuangan, pengorbanan, dan kekalahan.

Dengan kalah, kita dapat menguku dirii sendiri. Mungkin, kita belum sebaik yang kita kira selama ini. Niat da ikhtiar belum benar-benar kita benahhi. Masih ada rasa sombong, riya, dan egois. Masih ada rasa malas, bisikan untuk tidak bekerja keras, godaan untuk menepis niat ikhlas.

Dengan kalah, kita belajar : apa yang salah dan apa yang belum benar? Dengan kalah,kta sadar, masih banyak yang harus dikejar. Masi ada harapan yang harus di gapai. Selama masih punya harapan, cita-cita, impian, kita masih punya alas an untuk terus hidup dan berjuang. Kekalahan hanyalah suatu bagian dari kehidupan. Yang terpenting adalah bagaimana menyikapi dan menjalaninya dengan tenang, dari bagian roda hidup yang berputar.

Menhadapi kekalahan dengan kebijakan. Kawan, mungkin ini tips dapat berguna untuk kita yang sedang merasa kalah.

1. Terimalah kenyataan itu
Bahwa kita belum berhasil. Bahwa orang lain bekerja lebih keras, lebih banyak, lebih terencana, sehingga layak jadi pemenang. Jangan takut mengakuinya dengan lapang dada. Ini membuat langkah kita ke depan menjadi ringan, dan kita jadi lebih bijaksana dari pada sebelumnya.

2. Cari tahu letak kesalahan
Tidak menang, pasti ada kesalahan. Mungkin niatnya, strateginya, atau caranya. Mungkin niat kita belum baik. Motivasi kita baru sebatas meraih materi. Kemampuan kita masih perlu dibenahi. Cara yang kita tempuh belum tepat. Strategi belum hebat.

3. Jangan terpuruk, bangkitlah!
Tidak maasalah kita telah di jatuhkan, namun yang penting apakah bangkit kembali? Orang yang jatuh tidaklah kalah, orang yang kalah adalah orang yang sudah menyerah. Hindarilah sikap pesimis, sebab pesimis berarti melawan takdir, putus asa berarti meragukan rahmat-Nya.

4. Sadari jalan yang sudah ditentukan Ilahi
Tidak semua cita-cita manusia bisa tercapai. Tugas kita hanya berusaha, ihktiar, berdoa dan menerima hasilnya dengan tawakal. Bila akhirnya mengecewakan, kita harus yakin bahwa ini sudah di tentukan oleh tuhan. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita.

5. Terus belajar dan menempa diri
Kekalahan adalah sekolah terbaik kita. Kita sebagai manusia biasa, kekalahan tentulah hal yang lumrah. Konsentrasilah apa yang harus dilakukan selanjutnya, bukan pada rasa sakitnya. Ibarat bunga yang harus ditumbuk dan disaring berkali-kali, maka jadilah parfum yang bernilai tinggi. Kita pun begitu. Semakin banyak mengalami rasa sakit ditempa, makin cepat kita menjadi harum dan berharga.

6. Berjuang untuk menang, bersiap untuk kalah
Berupayalah dengan segenap kemampuan terbaik kita, namun bersiaplah untuk menerima apapun hasilnya. Seringkali orang yang sudah siap mati justru yang memenangkan pertandingan. Orang yang siap kalah, akan merasa cemas setiap saat, dan energinya jadi terserap. Kemenangan pun gagal.

0 komentar:

Poskan Komentar