Sabtu, 10 April 2010

OPTIMIS MERAIH REZEKI


Jangankan terus di cari Meskipun dihindari, rezeki tak pernah lari
Ada seorang pemuda yang ingin membuktikan bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki. Kemudian pemuda itu pergi ke sebuah hutan, mencari sebuah gua yang sulit untuk ditemukan, setelah lama melakukan pencarian, tibalah seorang pemuda tadi sebuah gua yang tidak pernah di injak oleh manusia. Gua itu tertutup batu-batuan dan pepohonan, dan takkan terlihat oleh seorang pun yang lewat. Lau pemuda itu segera memasuki gua itu,menutup jalan masuknya dengan batu. Kemudian pemuda itu mengikat seluruh tubuhnya ke sebuah tiang yang ada di gua itu. Hmmm…sekarang aku tidak bisa kemana-mana dan hampir mustahil ditemukan orang-orang “benak sang pemuda”. Sekarang tinggal menunggu, apakah benar Allah itu Maha Pemberi Rezeki. Tiga hari sudah pemuda itu terkurung dalam gua, tubuhnya sudah lemah karena tak setetes air pun masuk ke dalam tenggorokannya dan tak sebutir pun makanan nasuk ke dalam perutnya. “Sebnetar lagi aku akan mati lemas”. Kata si pemuda. Pada saat itu,serombongan pemburu masuk ke hutan. Tak sengaja mereka menemukan sebuah gua yang tersembunyi. Karena hari sudah malam dan pemburu itu ingin berteduh, para pemburu itu pun masuk kedalam gua itu. Sayang, gua itu tertutup oleh batu. Seorang pemburu berusaha mendorong batu penutup gua. “Uuh…berat sekali,”katanya. Sebaiknya kita cari gua yang lain saja. “kata rekan yang lain. “ Tidak, hari sudah malam, kita harus tetap masuk ke gua itu..!!! perintah ketua rombongan. Para pemburu segera mengerahkan egenap tenaga untuk mendorong batu. Senapan dan segala persenjataan dikerahkan. Akhirnya batu itu berhasil dihancurkan. Dan masuklah mereka kedalam gua. Ketka sedang asyik membuat api unggun dan membuka pebekalan, tiba-tiba seorrang pemburu menyenggol sesuatu. Teman-temannya segera menghampiri tubuh seorang pemuda yang tergolek tak berdaya di dekat mereka. Lalu pemburu itu membuka ikatannya dan memasukkan air kedalam mulutnya. Tapi mulutnya tak bisa di buka. Sang ketua menyuruh anggotanya dengan membuka mulutnya dengan paksa,tapi tetap saja tertutup. Mulut pemuda itu seolah sudah menyatu dengan kulitnya. Ketua pemburu itu bersikeras untuk bisa membuka mulut pemuda itu. Begitulah, pemuda itu dipaksa agar bisa membuka mulut dan minum air. Sekeras apa pun ia menjauhi rezeki tetap akan mendekat.
Ada saat-saat dalam hidup, kita merasa cemas akan rezeki. “Besok masih bisa makan ga ya.? “lulus kuliah, bisa dapat kerja gak.? “pengen nikah, tapi dari mana cari nafkahnya.? “istri mau melahirkan, darinama dapat uang untuk persalinan. Gimana yuah, udah 5 tahun nikah belum punya rumah.? “Aduuh,kok hidup miskin terus, malu sama tetangga.?
Segudang rasa cemas melanda batin kita. Cemas kalau-kalau tidak ada rezeki yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup. Sering, rasa khawatir ini menyiksa diri, sehingga mengurangi rasa syukur kita. Bahkan tak jarang, perasaan ini membuat seseorang berbuat nekat. Berlaku tak jujur, menipu, korupsi, mencuri, bahkan sampai memuja setan demi memperoleh rezeki yang diinginkan.
Padahal, andai kita masih mempunyai iman, semua itu takkan terjadi. Iman mambari kita harapan, bahwa Allah tidak menganiayahamba-Nya. Justru Dialah Maha Pemberi Rezeki, sebaik-baik pemberi rezeki. Seperi kisah di atas.
Ada orang yang kerjanya hanya bermalas-malasan. Tapi ia tidak pernah kekurangan. Kerabatnya selalu datang membawakan rokok atau makanan untuknya. Ada juga seorang nenek tua renta, punya cucu cacat pula, mereka tidak mengemis tapi setiap hari tak pernah kekurangan rezeki. Ada saja yang datang untuk memberi makan.
Kita tahu binatang benama cicak. Makanan cicak adalah nyamuk. Bukankah sepintas mustahil, cicak yang tidak bersayap bisa memakan nyamuk yang terbang? Tapi itulah kekuasaan Allah. Dia Maha Pemurah. Sekalipun tampaknya seseorang mustahil mendapat rezeki,kalau Allah swt sudah menghendaki, takkan ada yang bisa menghalangi.
Pernah suatu kejadian yang meyakinkan saya tenteng rezeki dahulu saya pernah tinggal di salah satu pondok pesantren yang cukup terkenal di Bogor yaitu Darut –Tafsir. Di pondok ini mengajarkan tentang ilmu agama & kemandirian sehingga saya jauh dari orang tua. Biasa nya kalau di akhir bulan saya selalu dikirimkan uang oleh orang tua, namun kali ini orang tua saya telat mengirimkan. Lalu saya bingung dan cemas padahal perediaan uang sudah habis, bahkan untuk jajan saja tidak punya. Di suatu hari ada wali murid yang mencari saya kebetulan saat itu saya menjadi ketua kamar dari anak wali murid tersebut. Kemudian saya di ajak makan olehnya dan sesudahnya sebelum wali murid itu ingin pamit pulang ia menitipkan anaknya untuk membantu dia di kala ada kesusahan setelah itu saya diberi uang. Saya tersenyum dan berbisik dalam hati “ Ya Allah, kalau engkau sudah menghendak, bukan manusia yang memaksa diri mencari rezeki, tetapi rezeki-lah yang memaksa diri menhampiri manusia.
Oleh sebab itu, jangan pernah meragukan kemurahan Allah. Kita diciptakan bukan untuk disia-siakan. Allah menutus kita ke dunia lengkap dengan segala bekalnya. Tidak pantas kita meragukan-Nya, apalagi berputus rahmat-Nya. Kita harus tetap optimis dalam mengais rezeki, kalau saat ini apa yang di inginkan kita belum menhampiri, jangan pernah lelah mencari.

اڷذ جعل لكم الارض فراشا والسماء بناء وأنزل من السماء ماء فأخرج به من الشمرات رزقالكم فلا تجعلوا الله ٲنداد اوانتم تعلموان ( البقرة ٢٢ )

Firman-Nya : “ Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahansebagai rezek untuk mu,karena tu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah”.

ألله الذي خلق السمٶات والأرض وانزل من السماءماءفأخرج به من الثمرات رزقالكۚ وسخرلكم الفلك لتجري في البحر بأ مرهۚ وسخرلكم اليل والنھار ( ابريھم ۳۲ )

Firman-Nya : “ Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan rezeki untuk mu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai”.
Manusia adalah lautan keluh kesah. Tak selamanya berada di titik tertinggi. Hidup yan terasa sulit, beban ekonomi yang menghimpit, kadang membuat menjerit. Tapi manakala kita optimis, hidup akan tetap baik. Inilah sedikit cara agar tetap optimis dalam menghadapi masalah rezeki.
1. Carilah rezeki yang baik dan halal
Kenapa kita dilarang mecari rezeki dengan cara-cara tidak fair? Karena membuat batin tidak tenang. Sebaiknya, mencari rezeki yang halal itu menentramkan. “Huuh, gimana cari yang halal, yang haram aja susah.? Justru rezeki yang halal lebih gampang dicari, sebab anda tidak harus berurusan dengan polisi. Memakan rezeki yang halal, takkan membuat kita merasa dikejar oleh dosa, paling-paling gengsi.
Firman-Nya, “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
2. Jangan gontok-gontokan atau tipu-tipuan
Aksi gontok-gontokan dan tipu-tipuan sedang marak saat ini. Terutama datang dari media iklan yang gencar mencari pelanggan. Saking ketat pesaingan, banyak iklan dibuat lebih bombastis dari faktanya, saling menjatuhkan sesame pesaing dan sebagainya. Saat ini masyarakat makin cerdas. Melihat perilaku gontok-gontokan, apalagi tipu-tipuan yang langsung muncul adalah sikap antipati. Bukan nya rezeki yang didapat, justru nama baik yang terhelat.
Hidup terlalu singkat untuk mencemarkan nama baik diri sendiri. Dari pada gontok-gontokan, lebih baik mengalah. Kalau itu sudah rezeki kita, tak bakalan lari kemana.

3. Percayalah, Rezeki itu Melimpah
Rezeki itu sangat luas wujudnya. Tidak hanya dalam bentuk uang, tapi juga kasih sayang, persahabatan, kedamaian, keimanan dan sebagainya. Di bumi ini begitu banyak rezeki yan baik yang bisa kita cari. Tinggal apakah kita mau menjemputnya?
Firman-Nya, “ Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya ( sebelum sampai ke tempat yang dituju ), maka sungguh telah di tetap pahalanya di sisi Allah. Dan dia adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Q.S An Nisaa 4 : 100 )

4. Syukuri Setiap Tetes Rezeki yang Diberi
Apa sih rezeki yang tak kita punya? Kalau tak punya kekayaan, bukankah masih punya kesehatan? Kalau tak punya kesehatan, bukankah kita masih bisa bernafas?
Selama kita masih bisa bernafas dan membuka mata, tak alasan merasa kekurangan. Banyak orang mempertaruhkan uang banyak, hingga semua harga lenyap, hanya karena ingin tetap hidup. Kalau anda mengeluh karena rezeki jauh, tanyalah ke dalam kalbu, apa benar begitu? Mungkin bukan rezeki kita yang kurang, melainkan ucapan syukur kita yang jarang. Padahal Allah SWT memberi rezeki agar kita mampu bersyukur. Firman-Nya “… Allah memberi kamu tempat menetap dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan di beri-Nya kamu rezekidari yang baik-baikagar kamu bersyukur.” ( Q.S Al Anfaal 8 : 26 ) “Maka makanlah halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” ( Q.S An Nahl 16 : 114 )

5. Percaya Akan Jatah Kita
Pertama kali kita diciptakan, rezeki manusia sudah di tetapkan. Jangan pula putus asa! Percayalah akan ‘jatah’ kita. Sekalipun banting tulang, kalau belum saatnya, percuma memaksa. Sekalipun menangis darah, kalau belum waktunya, tak ada guna. Sebab rezeki adalah hak preogratif Allah yang tak bisa diganggu-gugat. Dia memberi dan menarik rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki. Firman-Nya “Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit).” ( Q.S Ar Ra’d 13 : 26 )
Yang harus kita lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin. Urusan hasil, itu wilayah-Nya. Kalau belum berhasil mendapatkan rezeki yang di inginkan, mungkin karena usaha ita belum maksimal. Atau, mungkin belum saat nya. Siapa tahu meski di dunia rezeki sempit, tapi di akhirat justru membukit?

6. Maksimalkan Doa
Kalau sudah yakin usaha kita maksimal (dalam arti, mustahil ada cara yang lebih baik yang bisa dilakukan untuk mencari rezeki), saatnya memaksimalkan doa.
Firman-Nya, “…Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksnakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” ( Q.S Adh Thalaaq 65 :2-3 )

7. Perkaya Dengan Amal
Amal baik menghadirkan raa tentram dihati. Menyedekahkan sebagian rezeki kita untuk orang lain adalah slah satu sumber ketenangan dan harapan. Amal baik memberikan sikap optimis bahwa Insya Allah kita takkan pernah kekurangan. Begitu beramal, rezeki kita tidak berkurang, justru akan semakin melimpah berlipat ganda. Tidak percaya? Teman-teman boleh mencoba!
Amal baik juga akan membersihkan rezeki kita agar nilainya lebih sempurna. Firman-Nya,”Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (dijalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada jaul beli dan tidak ada lsgi persahabatan yang akrab and tidak ada lag syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orangyang dzalim. ( Q.S Al Baqarah 2 : 254 ). Masih cemas soal rezeki? Renungkan ulang artikel ini teman-teman.







0 komentar:

Poskan Komentar